“Bloom Where You Are Planted”
Congrats Fransiska Defi! Semoga menjadi semangat untuk terus berkarya dalam menorehkan deretan aksara untuk kebaikan.

Membaca barisan kata dari Manager NuBar Rumedia Area Luar Negri sekaligus editor naskah, Mbak Rere, membuat hati mengharu biru dengan perasaan bahagia nyaris tidak percaya. Naskah pertama yang saya kebut di kereta ternyata berbuah piala, siapa sangka?!

Berawal dari keputusan si jempol berakhir pula dengan acungan jempol, ahh siapa sesungguhnya aktor di balik si jempol?

Tentu Dia Sang Pemilik Cerita adalah dalang di balik semuanya. Sudah diatur sedemikian rupa sesuai jalan cerita dan waktuNya. Memaknai setiap peristiwa memang bijak demikian adanya, tentu semua atas ijinNya. Ya, saya sungguh bersyukur menggelinding dibawa ceritaNya. Namun jika kita berhenti sampai disini memaknai, maka tidak akan banyak pelajaran yang bisa kita pelajari dari peristiwa ini. Maka mari kita bedah perjalanan naskah ini.

Saya ingat sekali, Pak dhe Prie GS almarhum pernah berpendapat bahwa panggilan atau calling itu kedudukannya adalah sebelum bakat. Jadi sebelum kamu berbakat, kamu pasti punya perasaan “terpanggil” terlebih dahulu. Saya masih jauh dari berbakat menulis, tapi saya sudah merasakan sorak sorai panggilan menulis sejak SMP. Waktu itu hanya buku harian yang sudi mewadahi tulisan-tulisan saya. Menulis buku harian adalah pekerjaan paling menyenangkan, apa saja saya tulis dan tidak terkecuali hal-hal remeh temeh yang terasa bagai masalah pelik tak terpecahkan a la abege.

Panggilan itu mempunyai energi magis yang memampukan untuk punya mindset “ora urusan”, nggak peduli, tulisan bagus atau jelek, berbakat atau tidak, tetap dan terus menulis. Saya memenuhi panggilan hati untuk menulis only for me, myself and I dan itu sudah membuat penuh dengan rasa bahagia.

Panggilan itu ternyata juga memunculkan keberanian untuk mengirimkan tulisan ke beberapa majalah. Tulisan yang jauh dari bakat memadai itu beberapa kali tayang juga. Imbalan tentu belum berupa nominal yang bisa dibawa ke toko buku untuk jajan tulisan. Tapi masih berupa sekeping majalah gratis tempat artikel dimuat dan kaos bersablon majalah tersebut tentunya. Bahkan tak jarang hanya balasan berupa ucapan terima kasih. Lagi-lagi panggilan itu memungkinkan ora urusan dengan imbalannya, tapi bahagia dengan prosesnya.

Sampai pada akhirnya panggilan itu membuahkan piala pertama dalam hidup saya.

Cerita pertama berjudul “Bloom Where You Are Planted” mendapatkan predikat naskah terbaik bukan sekedar bim salabim abra kadabra. Terdapat proses otodidak dari si penulis disana, yang tentunya harus terus belajar untuk menyempurna.

Jika cerita ini sudah ada di tanganmu, semoga membersamaimu menemukan panggilan hidupmu.

Bagi yang ingin memesan silahkan klik Pesan Sekarang

Dear my beloved friends, pergilah ke dalam dirimu, temukan “panggilan”mu lalu menggelindinglah bersamanya. Niscaya kamu akan terkaget-kaget dengan kejutan-kejutan yang menantimu di depan sana.

Fransiska Defi

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap