Testimonials Buku Rumah Kedua

“Do your best and let God do the rest”

Kalimat sakti bak mantra yang menggambarkan dengan jelas positioning antara manusia dan Tuhan-nya. Antara sesuatu yang masih bisa diubah dan sesuatu yang sudah di luar kekuasaan wilayah.  Mantra itu pun saya pakai dalam proses penulisan naskah cerpen “Bloom Where You Are Planted” di buku Rumah Kedua. Lakukan pekerjaan dengan penuh kesadaran bahwa kamu jujur 100% maksimal dalam kapasitas sebagai manusia, lalu lepaskan kepada semesta.

Semesta itu jujur apa adanya, tugas kita ketika melepaskan karya adalah juga jujur menerima apapun hasilnya. Jangan mau baik-baiknya saja, lalu dimana proses belajarnya?

Berikut beberapa balasan dari semesta untuk cinta saya pada dunia literasi dan sastra. Terima kasih untuk teman-teman bagian dari semesta yang berbisik kepada saya. Semoga masih banyak kata yang bisa saya susun menjadi deretan aksara yang mampu menyumbang makna dan energi cinta.

Ibarat makan duren, baca buku ini seperti hanya mencium bau nya aja, tapi nggak makan buahnya. Terlalu singkat, WE WANT MORE!!!

Beatrix Marendeng, Tana Toraja, Sulawesi Selatan


Pilihan katanya tingkat tinggi! Aku suka banget, nggak banyak “kalimat bermaksud melucu”, ceritanya mengalir dan enak dibaca. Jangan berubah karena trend, be you!

Luhayu, Bali


Baca halaman pertama sudah bikin jatuh cinta. Tadinya pikiran buneg jadi terobati. Kata-katamu bikin meleleh, bagus dan mudah dimengerti. Enak dibaca, nggak perlu mikir, tapi penuh makna.

Sarwati, Sentolo, Kulon Progo


Oh my! Speechless! This is so beautiful! Caramu meluahkan cerita dalam setiap kata yang penuh irama ini benar-benar membuatku overwhelmed! Mbrebes mili, seperti melihat visualisasi jelas dari setiap kata yang runut dan bikin manut. I LOVE IT!!!

– Rey Reynilda, Singapore

Semesta juga mengirimkan mbak editor kece dengan nama pena Rey Reynilda yang energinya bak kompor gas menyala-nyala mengobarkan semangat menamatkan cerita kepada para peserta termasuk saya di dalamnya. Dari beliau pula saya belajar hal teknis penulisan seperti mengatur jumlah kata dalam satu paragraf. Yang paling berkesan adalah saran beliau untuk belajar membuka cerita dengan makjegagig jeng jengg alias mengagetkan sarat dengan muatan penasaran.

Terima kasih untuk segala cinta melalui Rumah Kedua, baik yang seirama ataupun yang belum menemukan iramanya untuk tulisan saya, biarlah demikian adanya karena

setiap cerita akan menemukan pembacanya.

Fransiska Defi

Pesan Buku Rumah Kedua

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap